Pamungkas
"To the bone" Singer

"To the bone" Singer
Perkenalan Pamungkas dengan musik dimulai pada usia 8 tahun kala les drum yang bertujuan unutk memulihkan pendengaran telinga kiri yang setengah tuli.
Kedekatannya terhadap dunia musik membuat pamungkas enggan bersekolah dan lebih memilih bermain musik. Ayahnya yang memiliki manajemen artis bernama Oxygen Entertainment mengajak Pamungkas untuk ikut tur sejumlah band. "Gue bolos
sekolah, ikut tur. Diajarin kalau mau jadi musisi harus jadi kru dulu, harus tahu dunia dulu supaya saat jadi talent enggak seenaknya sama orang."
Usai lulus SD, Pamungkas melanjutkan pendidikan ke SMP 200 Jakarta. Sembari tampil secara reguler di kafe bernama La Piazza. Selama satu bulan ia bisa mendapat Rp1,6 sampai Rp2 juta. Merasa bisa mendapat uang, ia jadi makin tak
tertarik pada pendidikan. Namun ia mendapatakan pertentangan dari keluarganya dan akhirnya memutuskan untuk mengambil jalan tengah dengan homeschooling yang ia biayai sendiri dari gaji manggungnya.
Sempat tak mau melanjutkan pendidikannya kebangku kuliah, tetapi akhirnya ia kuliah dijurusan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Paradina tahun 2014. Walaupun sebenarnya Pamungkas diterima di Institut Kesenian Jakarta dan
Universitas Pelita Harapan jurusan musik.
Hingga saat ini, Pamungkas telah merilis 4 album diantaranya yaitu Walk The Talk (2018), diikuti oleh album sophomore berjudul Flying Solo (2019), serta Solipsism (2020). Dan satu album dengan aransemen baru dari lagu yang ada di
album sebelumnya, Solipsism 0.2 (2021).
Ia pernah menjadi kru musik di bagian audio broadcaster pada tahun 2013 sampai dengan 2014 dalam acara televisi berjudul Islam Itu Indah.
"when Pamungkas said... kalau makan mungkin enggak bisa sampai ketulangnya, tapi kalau sama kamu, aku mau sampai ke tulang-tulangnya, anyways.."
-- Pamunqkas